Selamat Datang

Selamat Datang
Join

Kamis, 30 Desember 2010

Irfan Bachdim Bangga Jadi Orang Indonesia

"Saya bangga akan kalian dan saya bangga jadi orang Indonesia."
 
Kamis, 30 Desember 2010, 09:43 WIB
Irfan Haarys Bachdim
BERITA TERKAIT
 
 - Striker Indonesia Irfan Bachdim gagal mempersembahkan gelar juara di debutnya bersama timnas. Indonesia akhirnya cuma jadi Runner Up di ajang Piala AFF yang berlangsung dari 1-29 Desember 2010.

Di babak final leg kedua kemarin, Rabu 29 Desember 2010, Bachdim cs memang menang 2-1 atas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun secara agregat kalah 2-4, sebab di leg pertama tumbang 0-3 di kandang Malaysia.

Meski demikian rasa terima kasih dihaturkan Bachdim pada pendukung Indonesia yang hadir malam tadi. Bagaimana tidak, raungan 80 ribu lebih penonton, jadi suntikan penting atas terciptanya dua gol Indonesia.

"Saya sangat bangga dengan suporter Indonesia. Kalian semua hebat!Benar-benar pendukung terbaik di dunia. Saya bangga akan kalian dan saya bangga jadi orang Indonesia," kata Bachdim dalam akun Twitternya beberapa jam pasca pertandingan berakhir.

Ini menjadi kali kedua Indonesia mengalahkan Malaysia di Piala AFF 2010 yang digelar SUGBK. Sebelumnya di penyisihan Grup A, tim Merah Putih juga menang 5-1. Saat itu Bachdim menyumbang satu gol di masa Injury Time.

"Kami dua kali mengalahkan mereka. Belum cukup untuk merebut Trophy juara. Tapi kami adalah tim terbaik di turnamen. Dan pendukung kami adalah yang terbaik," tambah Bachdim.

Senin, 27 Desember 2010

Indonesia Pasti Bisa

text TEXT SIZE :  


Timnas Indonesia/ Foto: Kunkun Prilia
KEKALAHAN 3-0 dari Malaysia pada leg pertama final AFF Cup 2010 menjadikan langkah Indonesia terasa sangat berat. Namun seperti kata sang pelatih Alfred Rield "asa itu masih tetap ada." Mengejar defisit tiga gol memang bukan perkara mudah, terlebih pada kompetisi kali ini pihak AFF memberlakukan perhitungan gol tandang. Dengan demikian Pasukan Garuda setidaknya harus membukukan empat gol dan tidak kebobolan sema sekali untuk bisa langsung menggapai trofi kejuaraan Asia Tenggara yang sudah 14 tahun didambakan oleh publik sepakbola tanah air. Jangan pernah berpikir itu mustahil dilakukan. Sekali lagi, asa itu masih tetap ada. Bermain di kandang sendiri pada leg kedua, Firman Utina cs dipastikan mendapat bantuan dari puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tentu saja tidak perlu memakai cara culas seperti pendukung Malaysia di Stadion Bukit Jalil. Sinar laser hijau yang kerap menyorot mata Markus Horison cukup dibalas sorak-sorai penuh semangat dari segala penjuru. Warna merah membara disetiap sisi tribun juga dipastikan bisa membuat lutut Safee Sali cs menjadi lemas. Hasil buruk yang dibawa pulang dari negeri Jiran memunculkan anggapan bahwa Laskar Merah-Putih hanya jago di kandang. Tapi apakah hal itu merupakan dosa besar? Tentu saja tidak, Indonesia malah harus mempertegas status tersebut dengan kembali melumat anak-anak asuh K. Rajagopal seperti di laga pembuka babak penyisihan grup A serta  menghadirkan pesta besar di bumi Nusantara. Kuncinya tetap ada di tangan pemain. Mereka tidak boleh kehilangan kepercayaan diri serta konsentrasi ketika turun ke medan laga. “Ini kandang kita” tidak ada yang boleh mengacak-acak sarang Garuda, meskipun itu seekor Harimau Malaya lapar. Oktavianus Maniani yang selama ini menjadi andalan di sisi kiri tidak bisa tampil karena akumulasi kartu. Tapi, itu tidak berarti mematahkan sayap Garuda, Arif Suyono punya kapasitas tidak kalah mumpuni. Melihat aksinya pada beberapa menit sisa pertandingan, sang supersub pasti sanggup membuat Garuda kembali mengepakkan sayapnya untuk bisa terbang tinggi ke langit